Posts

My Favorite Person Left Me

Lima hari ini terasa seperti mimpi Mimpi tentang kehilangan diri Diri yang seutuhnya kugantungkan pada dirimu Aku kehilangan diriku sendiri Karena menyayangimu terlalu dalam Karena menjadikanmu yang utama Kita akan selalu berakhir bersama, katamu Aku selalu ada di sisimu, juga katamu Aku hancur karena percaya kata-katamu itu Sempat aku mengejarmu Berlutut, memohon, menangis, berteriak Nyatanya diriku yang ada pada dirimu sudah hilang Aku harus menemukannya lagi Kota ini tidak lagi indah buatku Semuanya mengingatkanku akan kehilanganmu Jauh dari itu, kehilangan diriku Diri yang seutuhnya kugantungkan pada dirimu Aku coba mencari lagi diriku yang hilang Tapi sejauh apapun ia hilang Sejauh apapun dirimu menjauh Aku tetap di sini Bukan menunggumu menerimaku Aku hanya ingin melihatmu bahagia Karena ada diriku di sana, masih bergantung Jaga dia baik-baik ya Tetap bahagia Aku di sini tidak apa-apa

Letih

 Hai! Kembali lagi bersamaku di sore yang tak begitu bahagia. Keceriaanku di siang hari hilang begitu saja saat senja datang menyapa. Bukan salahnya, ini salahku sepenuhnya. Sedih jenis ini sudah beberapa kali aku rasakan, jadi sudah tak asing lagi perasaanku menerimanya. Hanya saja kali ini terasa lebih perih. Aku memang sudah lama letih, tapi kali ini aku terpuruk dan kehilangan semangat menjalani apa yang tersisa di hidupku.  Entahlah. Apakah ini sungguh-sungguh atau emosi belaka, yang jelas perasaanku gundah namun tak sanggup lagi otakku berpikir rasional. Katanya.."terkadang urusan cinta kita tak perlu otak, gunakan hati saja". Kurasa tidak, hati fungsinya untuk menetralisir racun dan semua yang kita rasakan sumbernya ada di otak. Hmm, aku kembali menyebalkan dan terlihat sok pintar padahal volume otakku mungkin tak sebesar dia. Aku terus saja membandingkan diri, aku benci diriku. Paragraf tiga ini baru mau kuketik dan aku baru sadar dua paragraf di atas hanya berisi kel...

Aku dan Kebodohanku

Aku menulis ini di sela-sela waktu belajar, memakai piyama putih bermotif bunga. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aku merasa ingin berbagi sesuatu, ceritaku. Ceritaku ini tentang aku dan kebodohanku. Sejujurnya, dulu aku adalah seseorang yang berani tampil, berani berkelahi, dan berani mengungkapkan semua hal yang mengganjal di dalam diri. Akan tetapi, semakin dewasa keberanian itu semakin mengecil. Semua kejadian di masa lalu tentang ini masih kuingat jelas, sangat. Semua dimulai ketika aku menjadi korban bully, oleh Si Juara Kelas. Aku masih ingat betul bagaimana aku datang ke sekolah di pagi hari hanya untuk menukar kursi di kelas, tujuannya adalah agar ia bisa duduk di kursi yang tinggi. Cerita bully ini tak mungkin aku jelaskan panjang lebar karena bisa menghabiskn waktu yang lama. Singkat cerita, aku merasa ini adalah sesuatu yang tidak adil, aku yang saat itu berumur 7-8 tahun tak tahu apa itu bully. Karena merasa aku adalah seorang pembantu Si Juara Kelas, aku berpikir...

Grandpa

It has been a while since I visited my grandparents. Yesterday, I saw my grandpa in my dream. We were sitting in the kitchen while he was drinking his black coffee. We talked about our favorite topic, communism. We both laughed and I still remember the detail of his face clearly because my brain recorded and saved that moment in my mind. Woke up.. I didn't cry at all. I didn't feel sad. I felt empty, and all i wanted to do after I had opened my eyes was sleep, yas in order to see him again. My grandpa and I were so close, I used to tell him every single thing about me. He was my father. He was my mother. He was my best best best best friend (I wish I can type unlimited 'best') And I wish, he is still here, being my closest person. I still remember that day... When he smiled and slept in front of a lot of people, for the last time. Yas, I didn't cry. There wasn't any single tear come from my eyes. I was sad and empty. Of course, I could fake a cr...

Air Hujan

beranjak dewasa, aku tak lagi mengutamakan rupa mengagumimu mungkin sudah kucukupkan waktu yang lama tak jamin kebahagiaan jadi kumohon berhenti berharap karena kupu-kupu di perutku sudah hilang mungkin milikmu belum saja kita telah jauh berubah kamu bukan lagi yang aku suka tapi aku juga tidak membenci mari tetap berteman kau dan aku tetap bercerita hingga langit menjadi hitam dan hujan kembali datang hati dan perasaanku seperti air ia bisa menguap dan mencair bisa juga mengalir ke tempat lain jadi kumohon jangan merintangi biarkannya berlaku sesuai ingin mengikuti musim dan iklim aku tahu ini tak mudah tapi kita tak bisa memaksa biar waktu yang bantu hilangkan akan ada kenangan baru tercipta bersama dengannya bunga yang tumbuh tersiram hujan

Hak untuk Mati

Pemikiran aneh ini bermula dari aku yang kurang kerjaan dan membaca buku undang-undang dasar yang tergeletak di meja belajar. Selama bertahun-tahun aku belajar pendidikan kewarganegaraan dan baru kali itu aku terpikir akan hal ini. Kegabutan memang menghaasilkan kepusingan, hehehe. Hak adalah sesuatu yang kita miliki dan penggunannya diserahkan kepada kita, kita diperbolehkan untuk menggunakannya atau tidak. Hak asasi manusia adalah hak yang kita miliki sejak kita dilahirkan dan diberikan oleh Tuhan, tidak boleh diganggu oleh siapapun. Ya.. teori ini selalu aku ingat karena dari sd hingga sma pelajaran ppkn itu pasti saja membahas tentang itu, artinya HAM ini amat penting. Sampailah aku di lembaran ke sekian yaitu pasal 28 a "setiap orang berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya" .  Aku yang tidak pernah kritis dan berpikiran panjang ini tiba-tiba berpikir "jika hidup itu adalah hak, maka seseorang boleh memilih untuk tidak hidup?". Mulailah aku penasara...

Sanksi

Sepertinya aku memang tidak pernah konsisten. Pandanganku akan beberapa hal seringkali berubah. Dulu aku berpikir bahwa sebuah hukuman itu tidak boleh sampai merenggut nyawa manusia. Menurutku seorang manusia tidak boleh menghilangkan hak hidup manusia lain, kewajiban asasi yang paling dasar sebagai manusia. Alasan utamaku adalah bagaimanapun keadaanya, mengurangi bahkan mengambil hak asasi manusia itu merupakan sebuah kesalahan yang harus dihukum.  Untuk menghukum, dibutuhkan yang namanya 'hukuman'. Hukuman terberat yang ada di bumi ini adalah hukuman mati. Aku berpikir jika kasusnya itu adalah seorang pembunuh dan hukumuannya adalah hukuman mati, maka ia akan dibunuh karena membunuh. Miris, sangat. Aku berpikiran bahwa seorang pembunuh pun tidak berhak untuk dibunuh, apapun alasannya. 'Masih ada banyak jenis hukuman lain yang tidak mengambil kehidupan seseorang dan tidak mengganggu hak asasinya' aku yang dulu selalu berargumen seperti itu. Aku dan pemikira...