Aku dan Kebodohanku
Aku menulis ini di sela-sela waktu belajar, memakai piyama putih bermotif bunga. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aku merasa ingin berbagi sesuatu, ceritaku. Ceritaku ini tentang aku dan kebodohanku. Sejujurnya, dulu aku adalah seseorang yang berani tampil, berani berkelahi, dan berani mengungkapkan semua hal yang mengganjal di dalam diri. Akan tetapi, semakin dewasa keberanian itu semakin mengecil. Semua kejadian di masa lalu tentang ini masih kuingat jelas, sangat. Semua dimulai ketika aku menjadi korban bully, oleh Si Juara Kelas. Aku masih ingat betul bagaimana aku datang ke sekolah di pagi hari hanya untuk menukar kursi di kelas, tujuannya adalah agar ia bisa duduk di kursi yang tinggi. Cerita bully ini tak mungkin aku jelaskan panjang lebar karena bisa menghabiskn waktu yang lama. Singkat cerita, aku merasa ini adalah sesuatu yang tidak adil, aku yang saat itu berumur 7-8 tahun tak tahu apa itu bully. Karena merasa aku adalah seorang pembantu Si Juara Kelas, aku berpikir...