Letih
Hai! Kembali lagi bersamaku di sore yang tak begitu bahagia. Keceriaanku di siang hari hilang begitu saja saat senja datang menyapa. Bukan salahnya, ini salahku sepenuhnya. Sedih jenis ini sudah beberapa kali aku rasakan, jadi sudah tak asing lagi perasaanku menerimanya. Hanya saja kali ini terasa lebih perih. Aku memang sudah lama letih, tapi kali ini aku terpuruk dan kehilangan semangat menjalani apa yang tersisa di hidupku. Entahlah. Apakah ini sungguh-sungguh atau emosi belaka, yang jelas perasaanku gundah namun tak sanggup lagi otakku berpikir rasional. Katanya.."terkadang urusan cinta kita tak perlu otak, gunakan hati saja". Kurasa tidak, hati fungsinya untuk menetralisir racun dan semua yang kita rasakan sumbernya ada di otak. Hmm, aku kembali menyebalkan dan terlihat sok pintar padahal volume otakku mungkin tak sebesar dia. Aku terus saja membandingkan diri, aku benci diriku. Paragraf tiga ini baru mau kuketik dan aku baru sadar dua paragraf di atas hanya berisi kel...