Never Good Enough
"don't love me coz' i don't even love my self" she said.
I used to be a confident and happy girl, i had no insecurities about my physical appearances. There were a lot of negative assumptions around me but i didn't even think about them. I hope I can be that version of myself again.
Aku di masa lalu bukanlah seseorang yang sempurna, tapi aku punya satu hal yang bernama 'percaya diri'. Beberapa jerawat bertengger di wajahku yang juga tidak berwarna cerah, badanku berisi dan rambutku juga tidak lurus berkilau.
Semua bermula ketika aku sadar bahwa aku tidak punya banyak kawan di sekelilingku, mereka ada tapi mereka palsu di hadapanku. Mereka selalu muncul dengan topengnya dan menggonggong di belakangku. Aku mulai mengevaluasi diriku, apa yang salah denganku? Ah! aku pun menemukannya, itu karena sifatku yang egois dan tidak mau terkalahkan. Aku yang dulu berpikir 'emangnya ada ya orang yang mau dikalahkan?' 'apa aku seaneh dan sejahat itu?' pertanyaan itu belum sempat terjawab, tapi aku mulai mengubah sifatku menjadi lebih baik dengan tujuan agar mereka membuka topengnya di hadapanku.
Setelah melalui perjalanan yang cukup sulit, aku menjadi versi yang lebih baik dari diriku. Aku tidak lagi se-egois dulu. Mengubah sebuah sifat yang sudah melekat dalam diri memang sulit, tapi bisa dibilang aku cukup berhasil. Perubahan ini juga berdampak kepada mereka, ya aku sudah mulai mempunyai lebih banyak teman dan beberapa sudah mulai membuka topengnya di hadapanku. Aku senang, sangat.
Tak berhenti di situ, aku belum merasa puas dengan perubahanku. Aku merasa temanku tak cukup terbuka di depanku dan masih terlihat kikuk juga beberapa masih bertopeng. Aku pun kembali mengevaluasi diri. Aku pun sadar bahwa orang-orang yang menurutku cantik dan terlihat menarik lebih memiliki banyak teman di sekeliling mereka. Aha! aku kembali ingin berubah untuk menjadi diriku yang lebih baik, yang punya lebih banyak teman.
Di wajahku terdapat beberapa jerawat? Aku mulai mencari obat-obatan untuk menghilangkannya. Aku mencari skin care yang lebih cocok untukku, mulai dari brand lokal sampai brand luar aku coba. Tak berhenti sampai situ, pada akhirnya aku pun pergi ke dokter untuk menghilangkan jerawat -jerawat yang membuat wajahku tak secantik mereka yang memiliki banyak kawan. Ya! aku kembali berhasil melakukan perubahan, aku semakin senang.
Kulit tubuhku cukup gelap, aku sadar itu. Mama dan papa kulitnya terang dan dengan ilmuku yang cetek aku berpikir 'harusnya aku pun punya kulit putih'. Sejak saat itu aku mulai membatasi aktivitas di luar ruangan. Aku tak lagi mengikuti paskibra dan bermain di tengah hari bersama sinar matahari. Ternyata pemikiranku benar, aku sebenarnya memiliki kulit yang cukup cerah, hanya saja aku yang membuatnya gelap karena aktivitasku. Aha! Aku kembali mecapai keinginanku. Senang rasanya.
Tidak sampai situ, aku sebagai manusia juga tidak pernah merasa puas. Aku selalu merasa kurang. Aku merasa tidak cukup cantik, tidak cukup pintar, tidak cukup baik, tidak cukup ramah, dan tidak cukup tidak cukup lainnya. Kapan akan ada akhir dari semua ketidakcukupan ini?
update soon
Tidak sampai situ, aku sebagai manusia juga tidak pernah merasa puas. Aku selalu merasa kurang. Aku merasa tidak cukup cantik, tidak cukup pintar, tidak cukup baik, tidak cukup ramah, dan tidak cukup tidak cukup lainnya. Kapan akan ada akhir dari semua ketidakcukupan ini?
update soon
you are good enough
ReplyDelete